Lompat ke konten utama
Kembali ke Blog
Tips & Trik

Strategi Press Release untuk Bisnis E-Commerce Indonesia: Panduan Meliput Produk, Promo, dan Milestone

Tim PusatRilis.id14 September 20266 menit

Pasar e-commerce Indonesia terus tumbuh dengan lebih dari 230 juta pengguna aktif pada 2026. Di tengah persaingan yang makin sengit antara Shopee, Tokopedia, Lazada, TikTok Shop, dan Blibli, pelaku bisnis online menghadapi tantangan baru: bagaimana membuat brand mereka tidak hanya dikenal di platform, tapi juga diperbincangkan di media nasional.

Di sinilah press release menjadi senjata yang sering diabaikan oleh bisnis e-commerce. Padahal, sebuah press release yang dimuat di media nasional bisa memberi kepercayaan yang jauh lebih besar dibanding iklan berbayar mana pun. Media placement bukan sekadar promosi—ia adalah validasi bahwa bisnis Anda layak dibicarakan.

Artikel ini membahas secara praktis kapan bisnis e-commerce harus merilis press release, bagaimana menulisnya agar dilirik media, dan apa saja kesalahan umum yang harus dihindari.

Kapan Bisnis E-Commerce Layak Mengirim Press Release

Tidak semua momen layak dijadikan press release. Media nasional tidak tertarik dengan promosi rutin atau diskon akhir pekan. Yang membuat jurnalis berpaling adalah berita yang memiliki nilai informasi, konteks industri, atau dampak konsumen yang lebih luas.

Momen yang tepat untuk press release bisnis e-commerce antara lain: peluncuran produk kategori baru yang belum ada di pasar Indonesia, pencapaian angka penjualan atau pengguna yang signifikan (misalnya melewati 1 juta transaksi atau 500 ribu pelanggan aktif), masuknya investor baru atau putaran pendanaan, kemitraan strategis dengan brand atau platform besar, hasil kampanye Harbolnas atau 11.11 yang menonjol dibanding rata-rata industri, hingga ekspansi ke kota baru atau kategori produk yang belum pernah dijangkau.

Kuncinya: cerita di balik angka jauh lebih menarik dari angkanya sendiri. "Penjualan naik 300%" adalah klaim. "Penjualan naik 300% karena 70% pembeli kami adalah ibu rumah tangga di luar Jawa" adalah cerita.

Struktur Press Release E-Commerce yang Efektif

Press release yang baik mengikuti struktur piramida terbalik: informasi paling penting di paragraf pertama, diikuti detail pendukung, dan diakhiri informasi latar belakang perusahaan.

Untuk bisnis e-commerce, paragraf pertama wajib menjawab: apa yang terjadi, siapa yang terlibat, mengapa ini penting bagi konsumen atau industri, dan angka konkret sebagai bukti.

Setelah paragraf pembuka, sertakan kutipan dari CEO atau founder yang berbicara tentang visi, bukan sekadar memuji produk sendiri. Jurnalis lebih suka kutipan yang memberi perspektif tentang industri secara keseluruhan. Kemudian jelaskan detail produk, fitur, atau mekanisme promo dengan bahasa yang mudah dipahami awam, bukan bahasa marketing.

Akhiri dengan boilerplate perusahaan—deskripsi singkat dua atau tiga kalimat tentang siapa Anda, sejak kapan beroperasi, dan apa yang membedakan Anda dari kompetitor.

Menyesuaikan Angle Sesuai Jenis Media

Tidak semua media meliput bisnis dengan angle yang sama. Media ekonomi dan bisnis seperti Bisnis.com atau Kontan tertarik pada data, pertumbuhan, dan implikasi industri. Media teknologi seperti Techinasia atau DailySocial lebih tertarik pada inovasi, model bisnis, dan tren startup. Media konsumen dan gaya hidup lebih suka cerita yang relevan dengan pengalaman belanja sehari-hari.

Strategi yang efektif adalah menyiapkan satu press release inti, lalu membuat versi adaptasi dengan angle yang berbeda untuk masing-masing segmen media. Ini bukan memalsukan fakta, melainkan menonjolkan aspek yang paling relevan untuk pembaca media tersebut.

Untuk media daerah, tambahkan konteks lokal: berapa pelanggan dari kota tersebut, apakah ada UMKM lokal yang ikut terdampak, atau apakah ada rencana ekspansi ke kota tersebut. Media daerah sangat responsif terhadap berita yang menyentuh komunitas mereka langsung.

Kesalahan Umum Press Release E-Commerce

Banyak press release dari bisnis e-commerce gagal menarik perhatian media karena beberapa pola yang sama.

Pertama, terlalu promosi. Press release bukan iklan. Kalimat seperti "Temukan ratusan produk terbaik dengan harga terjangkau di platform kami" tidak akan pernah dimuat sebagai berita. Ganti dengan fakta: "Selama Ramadan 2026, platform kami mencatat 2,4 juta transaksi dari 1,3 juta pembeli unik di 34 provinsi."

Kedua, tidak ada nilai baru. Jika Anda mengadakan diskon 50%, itu bukan berita kecuali ada angle yang lebih besar—misalnya diskon untuk mendukung UMKM lokal, atau campaign yang menggandeng ratusan seller perempuan.

Ketiga, tidak menyertakan data. Media nasional membutuhkan angka sebagai jangkar berita. Tanpa angka, cerita Anda mudah diabaikan. Siapkan data penjualan, jumlah pengguna, persentase pertumbuhan, atau statistik industri yang relevan.

Keempat, judul terlalu panjang atau ambigu. Judul press release idealnya tidak lebih dari dua baris dan langsung menjelaskan apa yang terjadi dan mengapa penting.

Waktu dan Distribusi yang Tepat

Untuk bisnis e-commerce, timing pengiriman press release sangat berpengaruh. Hindari hari Senin pagi karena inbox jurnalis penuh dengan berita akhir pekan. Selasa hingga Kamis antara pukul 09.00–11.00 WIB adalah waktu paling ideal.

Untuk event besar seperti Harbolnas atau kampanye musiman, kirimkan press release embargo 2–3 hari sebelum tanggal tayang. Ini memberi jurnalis waktu untuk menulis, melakukan verifikasi, dan menjadwalkan artikel mereka. Sertakan instruksi embargo yang jelas: "Embargo hingga [tanggal/jam]—mohon tidak dipublikasikan sebelum waktu tersebut."

Setelah mendistribusikan press release, follow-up singkat via email atau WhatsApp kepada jurnalis yang sudah Anda kenal boleh dilakukan satu kali saja, tidak lebih. Jangan kirim follow-up berulang—itu lebih merugikan hubungan daripada membantu.

Mengoptimalkan Press Release untuk SEO

Di era 2026, press release yang dimuat di media nasional memiliki nilai ganda: liputan editorial dan backlink berkualitas tinggi yang memperkuat domain authority bisnis Anda. Ini berbeda dari backlink murah yang justru bisa memicu penalti Google.

Pastikan press release Anda mengandung kata kunci yang relevan secara alami—bukan dijejalkan. Untuk toko online, kata kunci seperti nama produk, kategori, atau nama kota distribusi bisa memperkuat sinyal relevansi di mesin pencari.

Jika Anda ingin melihat seberapa besar nilai backlink dari liputan media yang Anda dapatkan, Kalkulator Nilai Media gratis kami di /tools/media-value-calculator bisa memberikan estimasi berbasis domain authority, traffic media, dan posisi artikel.

Membangun Relasi Jangka Panjang dengan Media

Satu press release yang dimuat adalah pencapaian. Tapi yang mengubah game adalah ketika brand e-commerce Anda menjadi rujukan media setiap kali mereka menulis tentang industri ini.

Caranya: jadilah sumber informasi yang bermanfaat, bukan sekadar pengirim press release. Bagikan data eksklusif tentang perilaku belanja konsumen Anda. Tawarkan untuk memberikan komentar ahli tentang tren industri. Undang jurnalis ke behind-the-scenes operasional warehouse atau proses kurasi produk.

Hubungan yang dibangun di luar momen press release akan membuat media lebih mudah memprioritaskan berita dari Anda ketika memang ada sesuatu yang penting untuk diliput.

Jika Anda ingin fokus pada pengembangan bisnis dan menyerahkan urusan media relations kepada para profesional, tim PusatRilis.id siap membantu mulai dari penulisan, distribusi ke jaringan media nasional, hingga pelaporan hasil liputan. Kami memiliki pengalaman bekerja dengan berbagai pelaku e-commerce dari startup hingga perusahaan yang sudah go public.

Bagikan Artikel: