Lompat ke konten utama
Kembali ke Blog
media-relations

Perbedaan Press Release dan Artikel Advertorial

Tim PusatRilis.id16 Agustus 20266 menit
Perbedaan Press Release dan Artikel Advertorial

Perbedaan Press Release dan Artikel Advertorial untuk UMKM

Saat ingin mengumumkan berita tentang bisnis Anda ke publik, dua istilah sering muncul: press release dan artikel advertorial. Meski keduanya tujuannya mirip—mendapat perhatian media dan pembaca—cara kerjanya sangat berbeda. Memahami perbedaan press release dan artikel advertorial adalah langkah awal yang penting bagi UMKM untuk membangun hubungan baik dengan media massa dan merencanakan strategi komunikasi yang efektif. Artikel ini akan membimbing Anda menemukan mana yang tepat untuk kebutuhan bisnis Anda.

Apa Itu Press Release dan Bagaimana Cara Kerjanya

Press release, atau yang sering disebut siaran pers, adalah dokumen resmi yang dikirim langsung ke redaksi media untuk memberitahukan informasi penting tentang perusahaan Anda. Sifatnya objektif dan factual—berisi peristiwa nyata seperti peluncuran produk baru, penghargaan yang diterima, atau pengumuman perubahan manajemen.

Ketika Anda mengirim press release ke media, wartawan atau editor akan menilai apakah berita tersebut menarik dan layak diliput. Jika dianggap newsworthy, media akan menulis ulang informasi Anda dengan gaya jurnalistik mereka sendiri, atau kadang menerbitkan press release Anda hampir utuh. Anda tidak membayar untuk itu—ini adalah earned media, artinya liputan gratis karena media menganggap berita Anda bernilai untuk pembaca mereka.

Struktur press release standar mencakup headline, subheading, opening paragraf yang menjawab siapa, apa, mengapa, di mana, kapan, dan bagaimana, diikuti body text yang menjelaskan, dan penutup dengan informasi kontak perusahaan. Tone-nya formal, netral, dan bebas opini subjektif.

Memahami Artikel Advertorial dan Keunikan Format-nya

Artikel advertorial adalah konten yang dibuat untuk tampil di media massa, tetapi pembiayaannya ditanggung oleh pengiklan (dalam hal ini, bisnis Anda atau agensi yang mewakili Anda). Sering disebut juga iklan berbentuk artikel karena formatnya mirip berita, namun sebenarnya adalah iklan berbayar.

Karena Anda membayar untuk publikasinya, advertorial memberikan Anda kontrol lebih besar atas konten, headline, dan positioning. Anda bisa fokus menceritakan keunggulan produk, value proposition bisnis, atau testimoni pelanggan dengan lebih detail dan persuasif. Media yang menerbitkan advertorial biasanya akan mencantumkan label "advertorial" atau "iklan" kecil di atas teks, untuk menunjukkan kepada pembaca bahwa ini adalah konten berbayar, bukan berita redaksi murni.

Advertorial cocok digunakan untuk membangun brand awareness, mengedukasi pasar tentang solusi Anda, atau menyampaikan pesan marketing yang lebih targeted. Format-nya lebih fleksibel dan bisa disesuaikan dengan gaya penulisan yang lebih engaging atau storytelling yang lebih kuat dibanding press release.

Perbedaan Utama dalam Tujuan, Biaya, dan Kontrol Konten

Tujuan dan Pendekatan: Press release bertujuan mengumumkan berita penting yang dianggap newsworthy oleh media. Advertorial lebih fokus pada promosi dan membangun persepsi positif terhadap brand atau produk Anda. Perbedaan press release dan artikel advertorial juga terletak pada tone: press release netral dan faktual, sementara advertorial lebih persuasif dan brand-centric.

Biaya dan Model Publikasi: Press release tidak ada biaya publikasi—Anda mengirimnya ke media harapan mereka menulis ulang berita Anda. Advertorial adalah konten berbayar; Anda perlu mengalokasikan budget untuk dipublikasikan di media pilihan. Semakin besar jangkauan media tersebut, semakin tinggi biayanya.

Kontrol Konten: Dengan press release, media memiliki kebebasan mengedit, memotong, atau bahkan mengubah angle berita sesuai judgment mereka. Hasil akhir tidak sepenuhnya dalam kendali Anda. Sebaliknya, advertorial memberikan kontrol penuh atau hampir penuh—isi, structure, dan pesan sudah disepakati sebelum publikasi. Anda bisa memastikan pesan brand Anda tersampaikan persis seperti yang diinginkan.

Kapan Gunakan Press Release vs. Kapan Gunakan Advertorial

Gunakan Press Release jika: Anda memiliki berita nyata yang newsworthy dan relevan dengan audience media tersebut. Contohnya: peluncuran produk revolusioner, partnership strategis dengan brand besar, penghargaan industri, riset atau data menarik yang belum diketahui publik, atau kegiatan CSR yang berdampak signifikan. Press release juga hemat budget karena tidak perlu membayar media untuk publikasi. Timing juga penting—press release paling efektif saat berita masih fresh dan relevan dengan trending topics atau momen tertentu.

Gunakan Advertorial jika: Anda ingin menceritakan kisah brand Anda secara mendalam, mengedukasi pasar tentang produk atau layanan, atau membangun persepsi positif jangka panjang. Advertorial cocok untuk UMKM yang ingin menonjol di segmen pasar tertentu tanpa mengandalkan kelayakan berita di mata media. Anda juga punya fleksibilitas timeline—bisa diterbitkan kapan saja sesuai jadwal media dan kemampuan budget Anda. Advertorial lebih strategis saat Anda launching kampanye marketing besar, mengubah positioning brand, atau ingin mencapai audience spesifik yang dibaca oleh publikasi tersebut.

Strategi Kombinasi: UMKM cerdas sering menggunakan keduanya secara bersamaan. Kirim press release untuk berita penting yang benar-benar newsworthy, dan gunakan advertorial di media yang sama untuk menceritakan cerita brand atau konten edukatif yang mendukung berita tersebut. Kombinasi ini memperkuat presence Anda di media dan menciptakan impressions lebih banyak.

Langkah-Langkah Menulis dan Mempublikasikan Keduanya

Untuk Press Release:

  1. Identifikasi berita yang newsworthy: Pastikan informasi Anda benar-benar bernilai bagi audience media dan pembaca mereka. Tanyakan pada diri sendiri: apakah ini informasi baru yang belum diketahui publik? Apakah ada relevansinya dengan isu terkini atau audience target media tersebut?
  2. Riset media dan kontak jurnalis: Identifikasi 10-15 media yang paling sesuai dengan industri atau topik Anda. Cari nama dan email editor atau reporter yang meliput topik sejenis. Koneksi personal ke jurnalis jauh lebih efektif daripada mengirim blast ke redaksi umum.
  3. Tulis dengan struktur standar: Mulai dengan headline yang menarik namun factual. Paragraf pertama (opening) harus menjawab siapa, apa, mengapa, kapan, di mana dalam 2-3 kalimat. Isi body text dengan detail yang mendukung, quotes dari key person di perusahaan Anda, dan konteks mengapa berita ini penting. Akhiri dengan boilerplate (deskripsi singkat tentang perusahaan Anda) dan kontak media relations.
  4. Revisi dan pastikan akurasi: Periksa fakta, angka, dan nama dengan teliti. Typo atau informasi salah akan merusak kredibilitas. Baca ulang dari sudut pandang jurnalis: apakah mereka akan mudah paham dan tertarik dengan berita ini?
  5. Kirim dengan subject line yang menarik: Jangan tulis "Press Release" saja. Gunakan subject line yang spesifik dan menggugah rasa ingin tahu, misalnya "[Exclusive] UMKM Lokal X Raih Sertifikasi Internasional Pertama di Indonesia Timur". Personalisasi email ke nama jurnalis dan sebut mengapa berita ini relevan untuk media mereka.
  6. Follow-up strategis: Jika tidak ada respons dalam 2-3 hari, kirim reminder singkat. Jangan spam; cukup satu kali follow-up yang sopan dan ringkas. Pahami bahwa jurnalis sangat sibuk dan press release Anda adalah salah satu dari puluhan yang mereka terima setiap hari.

Untuk Artikel Advertorial:

  1. Tentukan tujuan dan target audience: Apa yang ingin Anda sampaikan? Apakah memperkenalkan produk baru, mengedukasi pasar tentang problem-solution, atau membangun brand story? Siapa audience spesifik yang ingin Anda jangkau melalui media tersebut?
  2. Pilih media yang tepat: Cari publikasi yang audience-nya align dengan target market Anda. Hubungi advertising sales team mereka dan tanyakan paket advertorial, harga, dan deadline publikasi. Bandingkan beberapa pilihan sebelum memutuskan.
  3. Kembangkan konsep dan outline: Diskusikan dengan media apa angle dan format yang paling menarik untuk advertorial Anda. Apakah itu success story, product feature, industry insight, atau customer testimonial? Sepakati headline, jumlah kata (biasanya 400-800 kata), dan visual yang diperlukan.
  4. Tulis dengan gaya yang engaging namun tetap kredibel: Advertorial boleh lebih persuasif dan storytelling dibanding press release, tetapi tetap harus berbasis fakta dan tidak berlebihan. Gunakan tone yang sesuai dengan brand personality Anda. Sertakan call-to-action yang jelas—apakah itu mengunjungi website, hubungi sales, atau coba produk gratis.
  5. Sediakan visual berkualitas: Advertorial hampir selalu disertai foto atau ilustrasi. Pastikan gambar berkualitas tinggi, relevan dengan konten, dan mencerminkan brand Anda dengan baik. Media biasanya punya spesifikasi teknis untuk dimensi dan format file.
  6. Revisi dan approval bersama media: Sebelum publikasi, baik Anda maupun media akan saling review draft. Pastikan semua pihak setuju dengan konten final. Media juga akan menambahkan disclaimer "advertorial" atau "konten berbayar" untuk transparansi pembaca.

Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ)

Apakah pembaca tahu perbedaan antara press release yang dimuat media dan advertorial?

Ya, biasanya media mencantumkan label kecil "advertorial" atau "konten berbayar" di atas atau di bawah artikel advertorial untuk menunjukkan bahwa itu adalah iklan. Sementara berita dari press release yang dimuat media tidak ada label khusus karena itu dianggap konten editorial. Pembaca yang cermat akan memperhatikan label ini. Transparansi ini penting untuk menjaga kredibilitas media dan kepercayaan pembaca.

Berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk mendapat publikasi dari press release?

Tidak ada jaminan waktu pasti. Beberapa media bisa menerbitkan berita Anda dalam hitungan jam jika news value-nya tinggi dan timing tepat. Media lain mungkin butuh berhari-hari atau bahkan tidak mempublikasikan sama sekali jika mereka menilai berita Anda kurang newsworthy untuk audience mereka. Timing publikasi juga tergantung pada breaking news lain, jadwal editorial media, dan interest redaksi. Saat berita-berita besar sedang berlangsung, press release Anda bisa tertunda atau tidak diliput.

Apakah advertorial lebih mahal daripada press release?

Ya, advertorial adalah konten berbayar sehingga ada biaya publikasi yang cukup signifikan. Biaya bervariasi tergantung media mana yang Anda pilih—media besar dengan circulation tinggi akan lebih mahal daripada media lokal atau niche. Press release tidak ada biaya publikasi media, meski Anda mungkin perlu budget untuk jasa agensi PR jika tidak menangani sendiri. Namun, advertorial memberikan jaminan publikasi yang tidak dimiliki press release, sehingga Anda tahu persis kapan dan di mana pesan Anda akan muncul.

Dapatkah satu press release saya ubah menjadi advertorial untuk dimuat di media lain?

Boleh, tetapi perlu adaptasi. Press release berbasis fakta dan newsworthy angle, sementara advertorial lebih fokus pada brand messaging dan value proposition. Anda bisa mengambil elemen-elemen factual dari press release dan mengembangkannya menjadi narasi yang lebih persuasif dan marketing-oriented untuk advertorial. Pastikan konten advertorial tetap kredibel dan tidak berlebihan dalam klaim. Sudut pandang juga bisa berbeda—press release tentang penghargaan bisa ditransformasi menjadi advertorial tentang filosofi excellence atau innovation journey perusahaan Anda.

Bagaimana jika press release saya tidak dimuat di media manapun?

Ini adalah risiko press release—tidak ada jaminan publikasi. Jika press release Anda tidak mendapat respon, mungkin karena: (1) news value-nya tidak cukup menarik bagi audience media; (2) timing kurang tepat atau ada berita besar lain yang merebut perhatian; (3) Anda menghubungi media yang salah yang audience-nya tidak sesuai topik Anda; atau (4) format atau angle penulisan perlu diperbaiki. Evaluasi feedback dari jurnalis jika ada, revisi angle atau penulisan Anda, atau pertimbangkan menggunakan advertorial sebagai alternatif untuk memastikan pesan Anda tetap tersampaikan ke publik.

Kesimpulan dan Langkah Selanjutnya untuk Bisnis Anda

Memahami perbedaan press release dan artikel advertorial akan membantu Anda membuat keputusan yang tepat dalam strategi media relations. Press release adalah pilihan gratis dan kredibel jika Anda punya berita yang benar-benar newsworthy. Advertorial adalah investasi yang memberikan kontrol penuh dan jaminan publikasi untuk menceritakan brand story Anda lebih mendalam.

Untuk UMKM yang baru memulai, mulai dengan identifikasi: apakah Anda punya berita nyata yang layak diketahui publik? Jika ya, coba press release terlebih dahulu. Jika berita value-nya kurang atau Anda ingin kontrol lebih besar atas narasi, investasi di advertorial adalah pilihan strategis. Idealnya, gunakan keduanya secara bersamaan dalam satu kampanye komunikasi untuk hasil maksimal.

Langkah konkret Anda sekarang: (1) list 5-10 media target yang audience-nya sesuai bisnis Anda; (2) cari kontak jurnalis atau advertising sales di media tersebut; (3) siapkan press release untuk berita newsworthy Anda atau diskusikan paket advertorial jika ingin publikasi terjamin. Hubungi media proaktif, tunjukkan nilai yang Anda bawa untuk audience mereka, dan bangun relationship jangka panjang. Konsistensi dan relevansi adalah kunci kesuksesan media relations untuk UMKM.

Bagikan Artikel: